MAKALAH
PSIKOLOGI
MANAJEMEN
NAMA : TAMI APRILIANI
KELAS : 3PA 11
NPM : 1A514652
ISI
·
Pengertian
Psikologi Manajemen
Psikologi
manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang
ada untuk memenuhi kebutuhan. Menurut
Stoner manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya
organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengertian
psikologi manajemen
Psikologi manajemen adalah ilmu
tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi
kebutuhan.
Hubungannya dengan psikologi:
Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa
unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan
manapun.
Pasalnya, ilmu psikologi yg memang
berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia
seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik
dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk
produktivitas perusahaan.
·
Pengertian Organisasi
Organisasi
adalah suatu kelompok org dlm suatu wadah untuk tujuan bersama. Organisasi
kerja/industri dipandang sebagai sistem di kelompok yg saling berkaitan à Individu menjadi anggota satu/beberapa kelompok sosial.
Organisasi
(Industri) :
o
Dapat dipandang sbg suatu sistem
terbuka
o
Sistem dilingkupi oleh suatu batas sistem
Proses
timbulnya organisasi kerja/industri :
o
Berdasarkan suatu perencanaan
o
Mulai dari satu orang
·
Pengertian organisasi menurut para
ahli :
1. W.J.S. Poerwadarminta
Organisasi merupakan susunan dan aturan
dari berbagai bagian (orang atau kelompok) sehingga menjadi satu kesatuan yang
teratur dan tertata.
2. Janu Murdiyamoko & Citra Handayani
Organisasi merupakan sebuah sistem
sosial yang mempunyai identitas kolektif secara tegas, progja yang jelas,
prosedur dan cara kerja, serta daftar anggota yang secara terperinci.
3. Max Weber
Organisasi ialah suatu kerangka terstruktur yang di dalamnya berisikan
wewenang, tanggung jawab dan pembagian kerja untuk menjalankan masing-masing
fungsi tertentu.
4. Dahlan
Al Barry
Organisasi merupakan pengaturan dan penyusunan bagian-bagian tertentu hingga
menjadi satu kesatuan, aturan dan susunan dari berbagai bagian sehingga menjadi
satu kesatuan yang teratur dan gabungan kerja sama untuk mencapai tujuan
tertentu.
5. Chester
I. Bernard
Organisasi merupakan sebuah sistem kegiatan kerja sama yang dilakukan oleh dua
orang ataupun lebih untuk melaksanakan suatu aktivitas yang didalamnya
memerlukan komunikasi dengan pencapaian tujuan bersama. Barnard menekankan
peranan pada setiap orang anggotanya yang harus diberikan informasi dan
motivasi dan sebagian sebagian anggota lainnya yang harus membuat keputusan.
6. Richard
Scott
Organisasi merupakan suatu kolektivitas yang disengaja & dibentuk untuk
mencapai suatu tujuan tertentu yang didasarkan pada asas kelangsungan.
7. Stephen
P. Robbinss
Organisasi merupakan suatu kesatuan sosial yang dikoordinasikan dengan
batasan-batasan yang relatif dapat diidentifikasi dan bekerja terus menerus
untuk mencapai tujuan bersama.
8. Stoner
Organisasi ialah suatu pola hubungan melalui orang atau sekelompok orang di
bawah pengarahan manajer untuk mengejar tujuan bersama.
9. Victor A. Thompson
Organisasi merupakan suatu integrasi dari sejumlah orang yang ahli yang bekerja
sama dengan sangat rasional & impersonal untuk mencapai tujuan – tujuan
yang spesifik &telah disepakati sebelumnya.
10. James D. Mooney
Organisasi ialah suatu bentuk perserikatan orang atau sekelompok manusia untuk
mencapai tujuan bersama yang telah di sepakati.
11. Kochler
Organisasi merupakan sebuah sistem terstruktur yang mengkoordinasikan usaha
tertentu oleh suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan.
12. Schein
Organisasi
ialah suatu bentuk koordinasi segala aktivitas yang rasional oleh sejumlah
orang untuk mencapai tujuan melalui pembagian dalam pekerjaan & fungsi
hirarki otoritas serta tanggungjawab masing-masing anggota.
·
Kelompok à sejumlah org yg
berinteraksi satu dgn yg lainnya, secara psikologikal ada satu sama lain, dan
mempersepsikan diri mereka sendiri sebagai kelompok.
Kelompok formal
à diberi batasan yg berisi rincian tugas-tugas dan
tanggung jawab tertentu.
• Kelompok
komando
• Kelompok
tugas
Kelompok informal
à tidak diberi batasan oleh struktur organisasi dan
terjadi secara spontan antara sejumlah tenaga kerja.
·
Fungsi Kelompok Bagi Anggotanya
1.
Fungsi kelompok sebagai pemenuhan kebutuhan para
anggotanya
2.
Fungsi kelompok sebagai pengembang, penunjang dan
pemantap dari identitas dan pemeliara harga diri.
3.
Fungsi kelompok sebagai penetap dan penguji
kenyataan/realitas sosial
4.
Fungsi kelompok sebagai mekanisme pemecahan masalah dan
pelaksanaan tugas
a.
Fungsi Kelompok sebagi pemenuh kebutuhan para anggotnya
Kelompok
dapat mengurangi rasa ketidakamanan, ketidakpastian. Kelompok menimbulkan rasa
mampu mengatasi ancaman terhadapdirinya. Tenaga kerja yang baru mudah mengatso
ancaman terhadap diirmya. Tenaga kerja yang baru mudah merasa diisolasi dan
memerlukan bantuan, emnginginkan kepastian. Kelompok dapat memberikan rasa
kepastian pada diri seseorang.
Kelompok
dapat memenuhi kebutuhan akan afiliasi dan kenginna untuk berhubungan dengan
orang lain, akan rasa diperhatikan dan diterima oleh kelompok. Sekaligus tenaga
kerja dapat merasakan bahwa harga dirinya diperhatikan. Kelompok juga
memberikan status sosial pada dirinya. Anggota Kelompok kerja yang bertugas
melaksanakan penelitian dan pengembangan bagi perusahaabbya dan telah berhasil
memberikan produk-produk yang baru dan merasa mempunyai status yang dinilai
tinggi dan penting.
Kelompok
juga memberikan pemenuhan terhadap kebutuhan akan kekuasaan. Berdasarkan upaya
yang dapat dilakukan bersama-sama dengan anggota kelompok lain timbul rasa
memiliki kekuasaan tertentu untuk dapat merealisasi apa yang diinginkan
kelompok. Kelompok dapat menentukan tinggi produktivitas yang diinginkan,
kelompok dapat melakukan pemogokan bila dirasakan perlu, kelmpok dapat
menentukan mutu dari hasil kerja mereka.
Anggota
kelompok merasa memiliki kekuasaan tertentu karena merasa ditunjang oleh
anggota-anggota kelompok lainnya. Kebutuhan untuk berprestasi dapat ditimbulkan
dan dipenuhi oleh kelompok. Kelompok dapat merangsang anggotanya untuk mencapai
prestasi yang bermutu dan dapat memenuhi keingininan mereka unyuk dapat
berprestasi yang tinggi.
b.
Fungsi Kelompok sebagai Pengembang, Penunjang da Pemantap dari Identitas dan
Pemelihara dari Harga Diri
Dalam
bekerja anggota memperoleh identitasnya dari kelompok kerjanya. Anggota
kelompok kerja memperoleh identitasnya dari kelompok kerja pabrik, kelompok
kerja auditor, kelompok kerja ketenagakerjaan, dan sebagainya. Identitas
kelompok kerja dikembangkan berdasarkan tugas pekerjaannya untuk menunjang dan
memantapakan identitas setiap anggota kelompoknya. Selanjutnya identitas
anggotanya memilihara harga diri mereka.
c.
Fungsi Kelompok sebagai Penetap dan Penguji Kenyataan/Realitas Sosial
Melalui
diskusi dengan orang lain dan pengembangan dari perspektif dan konsensus, kita
dapat mengurangi ketidakpastian dalam lingkungan social kita. Jika misalnya
beberapa tenaga kerja merasa bahwa penyelia mereka merupakan orang yang keras
yang menuntut terlalu banyak dari tenaga kerjanya, maka pandangan ini tdapat
dianggap sebagai realitas oleh anggota kelompok lainnya dan mereka dapat
menentukan strategi bagaimana mereka dalam kelompok mempersepsika sesutau dan
menguji sesuatu sebagai kenyataan atau realitas. Persepsi kelompok memberikan
kepastian kepada para anggota kelompok lepas dari benar tidaknya, tepat
tidaknya pandangan tersebut. JIka kelompok menganggap suatu keadaan sebagai
nyata, maka keadaan tersebut nyata dan akan menimbulkan akibatnya yang nyata.
d.
Fungsi Kelompok sebagai Mekanisme Pemecahan Msalah dan Pelaksanaan Tugas
Setiap
tenaga kerja dalam melaksanakan tugas pekerjaannya akan menemui kesulitan,
menemui masalah yang bersifat perorangan dapat juga yang bersangkutan dengan
pelaksanaan tugas oleh seluruh kelompok. Kelompok dapat membantu memecahkan
masalah, yang dialamai salah seorang anggotnya, para anggota kelompok dapat
saling mengisi dalam usaha dan sumbangan mereka memecahkan masalah kelompoknya.
Misalnya kelompok gugus kendali mutu memecahkan masalah kelompok secara
bersama-sama.
·
Interaksi Antara Anggota Kelompok
Setiap kelompok kerja terdiri dari sejumlah tenaga
kerja yg saling mempengaruhi dan saling tergantung. Tapi derajat pengaruh dan
ketergantungannya tidak selalu sama.
o
Kelompok Interaksi
o
Kelompok Koaksi
·
Fungsi Manajemen à
o
Perencanaan (Planning)
o
Pengorganisasian (Organizing)
o
Pengarahan
(Directing)
o
Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)
·
Sumber daya à
o
Sumber Daya Manusia
o
Sumber Daya Informasi
o
Sumber Daya Fisik
o
Sumber Daya Keuangan
o
Sumber Daya Alam
·
Fungsi Perencanaan
Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk
mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi
dan taktik yang tepat untuk mewujudkan
target dan tujuan organisasi.
Dalam
manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi,
membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas
kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua
fungsi manajemen karena
tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan
pengontrolan—tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana
formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan
tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah
rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu
tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya,
setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal
dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang
harus dilakukan.
·
Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan
1.
Menetapkan tujuan dan target bisnis
2.
Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target
bisnis tersebut
3.
Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
4.
Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam
pencapaian tujuan dan target bisnis
·
Fungsi Pengorganisasian
Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan
taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur
organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang
kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja
secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.
Beberapa tujuan pengorganisasian
yaitu antara lain :
–
Membantu koordinasi
Yakni memberi tugas pekerjaan kepada unit kerja secara koordinatif agar
tujuan organisasi dapat melaksanakan dengan mudah dan efektif. Koordinasi ini
dibutuhkan ketika harus membagi unit kerja yang terpisah dan tidak sejenis,
tetapi berada dalam satu organisasi.
–
Memperlancar Pengawasan
Dapat membantu pengawasan dengan menempatkan seorang anggota manajer yang
berkompetensi dalam setiap unit organisasi. Dengan demikian sebuah unit dapat
ditempatkan dalam organisasi secara keseluruhan sedemikian rupa agar dapat
mencapat sasaran kerjanya walaupun dengan lokasi yang tidak sama. Unit-unit
operasional yang identik dapat disatukan dengan sistem pengawasan yang identik
pula secara terpadu.
–
Maksimalisasi manfaat spesialisasi
Pengorganisasian ini dapat membantu seorang menjadi lebih ahli dalam
pekerjaan-pekerjaan tertentu. Spesialisasi pekerjaan dengan dasar dari keahlian
dapat menghasilkan seebuah produk yang berkualitas tinggi, sehingga kemanfaatan
produk dapat memberikan kepuasan dan akan memperoleh kepercayaan masyarakat
pengguna.
–
Penghematan biaya
Dengan melakukan pengorganisasian seseorang akan semakin mempertimbangkan
segala sesuatu hal yang akan merugikan, seseorang akan menganalisis dahulu agar
apa yang dikerjakannya dapat efisien dan bisa menghemat biaya bahkan seorang
tersebut bisa jadi bertambah profit baik gajinya ataupun upah.
–
Meningkatkan kerukunan hubungan antar
manusia
Setiap orang pasti tidak akan mampu untuk hidup dan melakukan pekerjaannya
seorang diri, kita harus bisa saling melengkapi, mengurangi rasa materialistik
dan harus mampu menumbuhkan rasa saling membutuhkan, maka dari itu seorang
manajer harus mampu megadakan pendekatan sosial dengan penanaman rasa
solidaritas dan menghilangkan sifat individualismenya agar seorang pekerja
tidak merasa dirinya terkotak-kotakkan oleh harta, tahta dan jabatan
·
Kegiatan
dalam Fungsi Pengorganisasian
1.
Mengalokasikan
sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang
diperlukan.
2.
Menetapkan
struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab.
3.
Kegiatan
perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga
kerja.
4.
Kegiatan
penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat.
·
Fungsi
Pengarahan dan Implementasi
Proses
implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi
serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan
tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
·
Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi
1.
Mengimplementasikan
proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja
agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan.
2.
Memberikan
tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan.
3.
Menjelaskan
kebijakan yang ditetapkan.
·
Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
Proses yang
dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan,
diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang
diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis
yang dihadapi.
·
Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
1.
Mengevaluasi
keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator
yang telah ditetapkan.
2.
Mengambil
langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan.
3.
Melakukan
berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian
tujuan dan target bisnis