Nama : Tami Apriliani
Kelas : 3PA11
NPM : 1A514652
A. Pengertian Perencanaan Karir (Career Planning)
Perencanaan Karir (career planning)
terdiri atas dua suku kata, yaitu perencanaan dan karir. perencanaan
didefinisikan sebagai proses penentuan rencana atau kegiatan-kegiatan
yang akan dilakukan pada masa yang akan datang. sedangkan karir adalah
semua pekerjaan yang dilakukan seseorang selama masa kerjanya yang
memberikan kelangsungan, keteraturan dan nilai bagi kehidupan seseorang.
Jadi perencanaan karir (career planning)
adalah suatu proses dimana individu dapat mengidentifikasi dan
mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuan-tujuan karirnya.
Melalui perencanaan karir (career planning)
setiap individu mengevaluasi kemampuan dan minatnya sendiri,
mempertimbangkan kesempatan karir alternative, menyusun tujuan karir,
dan merencanakan aktivitas-aktivitas pengembangan praktis. Sebagian orang menganggap karir (career)
sebagai promosi di dalam organisasi. Kata “karir” dapat dipandang dari beberapa
perspektif yang berbeda. Dari satu perspektif, karir merupakan urut-urutan
posisi yang diduduki oleh seseorang selama masa hidupnya yang obyektif. Ini
merupakan karir yang obyektif. Meskipun demikian, dari perspektif lainnya karir
terdiri atas perubahan nilai-nilai, sikap, dan motivasi yang terjadi karena
seseorang semakin menjadi tua. Ini merupakan karir yang subyektif. Kedua
perspektif tersebut, obyektif dan subyektif, terfokus pada individu. Kedua
perspektif tadi menganggap bahwa orang memiliki beberapa tingkat pengendalian
terhadap nasib mereka, sehingga mereka dapat mengubah peluang untuk
memaksimalkan keberhasilan dan kepuasan yang berasal dari karir mereka sendiri.
Menurut (Soeprihanto, 1996), karir adalah
menunjukkan perkembangan para karyawan secara individu dalam jenjang
jabatan/kepangkatan yang dapat dicapai selama masa kerja dalam suatu
organisasi. Dalam hal ini pengertian karir tidak hanya terfokus pada individu
melainkan juga organisasi.
Dengan demikian lebih lanjut pendapat-pendapat
tersebut mengasumsikan bahwa aktivitas sumber daya manusia haruslah mengenali
tahap karir, dan membantu para karyawan dengan tugas-tugas pengembangan yang
mereka hadapi disetiap tahap karir. Dalam hal ini perencanaan karir sangat penting
karena konsekuensi keberhasilan atau kegagalan karir terkait erat dengan konsep
diri, identittas, dan kepuasan setiap individu terhadap karir dan kehidupannya.
- Perencanaan Karir
Perencanaan karir (career planning) adalah
suatu proses dimana individu dapat mengidentifikasi dan mengambil
langkah-langkah untuk mencapai tujuan-tujuan karirnya. Perencanaan karir
melibatkan pengidentifikasian tujuan-tujuan yang berkaitan dengan karir dan
penyusunan rencana-rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Dari pengertian
tersebut berarti bahwa perencanaan karir harus dilalui dengan penyusunan
prasyarat-prasyarat yang harus dimiliki oleh seorang karyawan guna mendukung
peningkatan karirnya.
Perencanaan karir melibatkan pengidentifikasian
tujuan yang berkaitan dengan karir dan penyusunan rencana untuk mencapai tujuan
itu. Perencanaan karir yang realistik memaksa individu untuk melihat peluang
yang ada sehubungan dengan kemampuannya. Contoh seorang guru mungking berhasrat
kuat untuk menjadi seorang kepala sekolah sampai kemudian menyadari bahwa
tersedia lebih dari sepuluh orang guru untuk setiap posisi tersebut.
Melalui perencanaan karir, setiap individu
mengevaluasi kemampuan dan minatnya sendiri, mempertimbangkan kesempatan karir
alternatif, menyusun tujuan karir, dan merencanakan aktivitas-aktivitas
pengembangan praktis. Fokus utama dalam perencanaan karir haruslah sesuai
antara tujuan pribadi dan kesempatan-kesempatan yang secara realistis tersedia.
Perencanaan karir sepatutnya tidak hanya terkonsentrasi pada kesempatan posisi.
Di beberapa titik, perencanaan karir perlu pula terfokus pada pencapaian
keberhasilan psikologis yang tidak harus selalu memerlukan promosi.
Pada dasarnya perencanaan karir terdiri atas
dua elemen utama yaitu perencanaan karir individual (individual career
planning) dan perencanaan karir organisasional (organizational career
planning). Perencanaan karir individual dan organisasional tidaklah dapat
dipisahkan dan disendirikan. Seorang individu yang rencana karir individualnya
tidak dapat terpenuhi di dalam organisasi, cepat atau lambat individu tersebut
akan meninggalkan perusahaan. Oleh karena itu, organisasi perlu membantu
karyawan dalam perencanaan karir sehingga keduanya dapat saling memenuhi
kebutuhan.
Perencanaan karir individual (individual career
planning) terfokus pada individu yang meliputi latihan diagnostik, dan
prosedur untuk membantu individu
tersebut menentukan “siapa saya” dari segi potensi dan kemampuannya. Prosedur
ini meliputi suatu pengecekan realitas untuk membantu individu menuju suatu
identifikasi yang bermakna dari kekuatan dan kelemahannya dan dorongan memimpin
kekuatan dan mengoreksi kelemahan. Dengan demikian perencanaan karir individual
meliputi :
1)
penilaian diri untuk menentukan kekuatan,
kelemahan, tujuan, aspirasi, preferensi, kebutuhan, ataupun jangkar karirnya (career
anchor),
2)
penilaian pasar tenaga kerja untuk menentukan
tipe kesempatan yang tersedia baik di dalam maupun di luar organisasi,
3)
penyusunan tujuan karir berdasarkan evaluasi
diri,
4)
pencocokan kesempatan terhadap kebutuhan dan
tujuan serta pengembangan strategi karir,
5)
perencanaan transisi karir.
Menurut (Simamora, 2004), individu merencanakan karir guna meningkatkan status dan kompensasi, memastikan
keselamatan pekerjaan, dan mempertahankan kemampuan pasaran dalam pasar tenaga
kerja yang berubah. Disisi lain, organisasi mendorong manajemen karir individu
karena ingin :
a.
mengembangkan dan mempromosikan karyawan dari
dalam perusahaan;
b.
mengurangi kekurangan tenaga berbakat yang
dapat dipromosikan;
c.
menyatakan minat pada karyawan;
d.
meningkatkan produktivitas;
e.
mengurangi turnover karyawan;
f.
memungkinkan manajer untuk menyatakan minat
pribadi terhadap bawahannya;
g.
menciptakan rekrutmen yang positif.
- Tenaga Kependidikan
Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat
yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.
Yang termasuk ke dalam tenaga kependidikan
adalah:
1. Kepala
Satuan Pendidikan
Kepala Satuan Pendidikan yaitu orang yang
diberi wewenang dan tanggung jawab untuk memimpin satuan pendidikan tersebut.
Kepala Satuan Pendidikan harus mampu melaksanakan peran dan tugasnya sebagai
edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, motivator,
figur dan mediator. Istilah lain untuk Kepala Satuan Pendidikan adalah Kepala
Sekolah, Rektor, Direktur, serta istilah lainnya.
2. Pendidik
Pendidik/pengajar, adalah tenaga kependidikan
yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan tugas khusus
sebagai profesi pendidik. Pendidik mempunyai sebutan lain sesuai kekhususannya seperti;
Guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator,
ustadz, dan sebutan lainnya.
3. Tenaga
Kependidikan lainnya
Orang yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan
pendidikan di satuan pendidikan, walaupun secara tidak langsung terlibat dalam
proses pendidikan, diantaranya:
-
Wakil-wakil/Kepala urusan umumnya pendidik yang
mempunyai tugas tambahan dalam bidang yang khusus, untuk membantu Kepala Satuan
Pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan pada institusi tersebut. Contoh:
Kepala Urusan Kurikulum
-
Tata usaha, adalah Tenaga Kependidikan yang
bertugas dalam bidang administrasi instansi tersebut. Bidang administrasi yang
dikelola diantaranya;
-
Administrasi surat menyurat dan pengarsipan,
-
Administrasi Kepegawaian,
-
Administrasi Peserta Didik,
-
Administrasi Keuangan,
-
Administrasi Inventaris dan lain-lain.
-
Laboran, adalah petugas khusus yang bertanggung
jawab terhadap alat dan bahan di Laboratorium.
-
Pustakawan
-
Pelatih ekstrakurikuler,
-
Petugas keamanan (penjaga sekolah), Petugas
kebersihan, dan lainya.
- Perencanaan Karir Tenaga Kependidikan
Berdasarkan pengertian perencanaan karir,
berarti perencanaan karir tenaga kependidikan adalah suatu proses dimana tenaga
kependidikan dapat mengidentifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk
mencapai tujuan-tujuan karirnya di dalam dunia pendidikan.
Tenaga kependidikan hendaknya mengadakan
penilaian kesempatan organisasi pendidikan dengan menanyakan hal-hal berikut:
a.
Apa prospek promosi atau transfer dari
pekerjaan saya saat ini?
b.
Berapa persentase tenaga kependidikan yang
mencapai tingkat sasaran tertentu di dalam organisasi pendidikannya?
c.
Bagaimana kisaran gaji untuk berbagai jenjang
jabatan?
d.
Dimana pertumbuhan yang paling cepat, dan oleh
karenanya, kesempatan promosi paling luas di dalam organisasi pendidikan?
e.
Sekiranya saya menemui jalan buntu, jalur karir
apa lagi yang tersedia agar saya dapat bergerak naik di dalam organisasi
pendidikan?
Perencanaan karir sebaiknya dimulai dengan penempatan tenaga
kependidikan di dalam pekerjaan jenjang entry dan orientasi awal. Manajemen
akan mengamati kinerja tenaga kependidikan dan membandingkannya dengan standar
pekerjaan, yang dalam hal ini standar pendidikan. Pada tahap ini, manajemen
akan mencatat kekuatan dan kelemahan para tenaga kependidikan, memungkinkan
mereka membantu kalangan tenaga kependidikan dalam membuat keputusan karir
tentatif. Tentu saja, keputusan ini dapat diubah belakangan tatkala prosesnya
berlangsung. Keputusan karir tentatif berpijak pada beberapa faktor, termasuk
kebutuhan pribadi, kemampuan dan aspirasi serta kebutuhan organisasi
pendidikan. Manajemen kemudian dapat menjadwal program pengembangan sumber daya
tenaga kependidikan yang terkait dengan kebutuhan spesifik individu.
- Fungsi Perencanaan Karir Tenaga Kependidikan
Fungsi perencanaan karir pada dasarnya adalah
sebagai berikut:
1. Meluruskan
strategi dan syarat-syarat karyawan intern
Dengan membantu karyawan, dalam hal ini tenaga
kependidikan di dalam perencanaan karir, maka departemen SDM dalam organisasi
pendidikan tersebut dapat mengantisipasi rencana kerjanya serta mendapatkan
bakat yang diperlukan untuk mendukung strategi organisasi pendidikan.
2. Mengembangkan
karyawan yang dapat dipromosikan
Perencanaan karir membantu di dalam penyediaan
internal bakat-bakat karyawan yang dapat dipromosikan guna memenuhi lowongan
yang disebabkan oleh pensiun, pengunduran diri dan pertumbuhan.
3. Memudahkan
penempatan ke luar negeri
Organisasi pendidikan menggunakan perencanaan
karir untuk membantu mengidentifikasi dan menyiapkan karyawan ke seluruh
penjuru dunia
4. Membantu
di dalam keanekaragaman tenaga kerja
Perencanaan karir membantu karyawan yang
beraneka ragam latar belakangnya di dalam mempelajari harapan-harapan
organisasi pendidikan.
5. Mengurangi
pergantian
Meningkatkan perhatian dan kesepakatan karyawan
akan loyalitasnya terhadap perusahaan serta mengurangi tingkat pengunduran diri
karyawan.
6. Menyaring
potensi karyawan
Perencanaan karir mendorong karyawan untuk
lebih selektif di dlam menggunakan kemampuannya sebab mereka mempunyai tujuan
karir yang lebih khusus.
7. Meneruskan
pertumbuhan pribadi
Perencanaan karir mendorong karyawan untuk
tumbuh dan berkembang
8. Mengurangi
penimbunan
Perencanaan karir menjadikan karyawan sadar
akan pentingnya kualifikasi karyawan, mencegah manajer yang mementingkan
dirinya sendiri serta menyadarkan bahwa departemen SDM bukan departemen yang
menentukan segala-galanya.
9. Memuaskan
kebutuhan karyawan
Adanya kesempatan pada karyawan untuk tumbuh
dan berkembang serta terpenuhinya kebutuhan individu akan harga dirinya
menjadikan karyawan mudah merasa puas.
10. Membantu
perencanaan tindakan secara afirmatif
Perencanaan karir membantu menyiapkan pekerjaan
yang lebih penting serta pelaksnaan rencana kegiatan yang telah ditentukan
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Karir Tenaga Kependidikan
Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi
perencanaan karier, di mana seseorang akan mengakui dan mau mempertimbangkan
faktor-faktor tersebut saat mereka merencanakan karier, yaitu sebagai berikut :
1. Tahap Kehidupan Karier
Seseorang akan berubah secara terus menerus dan
kemudian memandang perbedaan karier mereka pada berbagai tingkatan dalam
hidupnya. Yang dilakukan individu dalam upaya pengembangan karirnya meliputi tahapan-tahapan
sebagai berikut:
a.
Entry stage, merupakan tahap mulai memasuki organisasi,
yaitu waktu seseorang baru memasuki suatu lembaga pendidikan sebagai tenaga
kependidikan baru. Pada tahap ini tenaga kependidikan akan bertanya apakah
keahliannya diterapkan disini, apakah pekerjaannya menyenangkan, apakh dia akan
diterima oleh rekan kerja, apakah dia dapat berkembang dan mencapai tujuan
karir sesuai dengan minat, keterampilan, dan pengetahuan yang dimiliki.
b.
Mastery stage, adalah tahap dimana seseorang karena
pengalaman atau keahlian yang sudah didapat menginginkan jabatan baru yang
biasanya lebih tinggi atau lebih menarik dan menantang.
Pada tahap ini dapat terjadi 2 kemungkinan kecenderungan
diantaranya:
1. Achievement stage:
ditandai dengan keinginan seseorang atau dipromosikan untuk jabatan yang lebih
tinggi.
2. Mid-career stage:
ditandai dengan keinginan untuk penilaian kembali karirnya dan motivasi kerja
juga sudah menurun.
Ada 3 kemungkinan alasan dari kecenderungan diatas, yaitu:
1. Kesempatan
karir yang lebih sempit
2. Perubahan
pandangan terhadap karir
3. Ketidakpastian
mengenai karir
c.
Passage stage, dahulu tahap ini dikatakan masa-masa pegawai
untuk mempersiapkan pensiun, namun masa sekarang akibat faktor-faktor
terjadinya lebih banyak oleh pemutusan hubungan kerja, baik sebagai akibat dari
situasi ekonomi maupun karena pemecatan, dan banyak faktor yang mempengaruhi
karir seperti tersedianya pekerjaan di luar organisasi dan kesempatan
pendidikan yang didapat.
2. Dasar Karier
Setiap orang dapat memiliki aspirasi, latar
belakang, dan pengalaman yang berbeda satu dengan yang lain.
Ada lima perbedaan motif dasar karier yang
menjelaskan jalan bagi orang-orang untuk memilih dan mempersiapkan kariernya,
di mana mereka menyebutnya sebagai jangkar karier (career anchors) yaitu antara
lain :
a.
kemampuan manajerial,
Tujuan karier bagi manajer adalah untuk meningkatkan
kualitas dari diri sendiri, analitis, dan kemampuan emosional. Manajer
menggunakan dasar ini untuk mengatur orang atau karyawan
b.
kemampuan fungsional-teknis,
Dasar ini digunakan untuk para teknisi yang
akan melanjutkan pengembangan dari bakat teknisnya. Orang-orang tersebut tidak
mencari kedudukan dalam manajerial
c.
keamanan,
Dasar ini digunakan untuk kesadaran keamanan
individu untuk memantapkan kesadaran karier mereka. Mereka seringkali melihat
ikatan mereka sendiri sebagai organisasi yang istimewa atau lokasi geografi
d.
kreativitas,
Seseorang yang kreatif memiliki sedikit sikap
seperti pengusaha. Mereka ingin menciptakan atau membangun sesuatu yang
benar-benar milik mereka
e.
otonomi dan kebebasan.
Dasar karier ini digunakan untuk orang yang
memiliki hasrat kebebasan agar bebas dari aturan-aturan organisasi. Mereka
menilai otonomi dan ingin menjadi bos dari mereka sendiri dan bekerja pada
langkah mereka sendiri
3. Jalur Karir
Jalur karir merupakan urutan jabatan-jabatan
yang dapat diduduki untuk mencapai tujuan karir seseorang, misalnya di sebuah
sekolah, jalur karir untuk menjadi seorang kepala sekolah yang dimulai dari
guru adalah guru bidang studi – wakil kepala sekolah – kepala sekolah, dengan
waktu yang diharuskan menduduki jabatan ini, persyaratan untuk kerja, dan
persyaratan lainnya.
Disebabkan berbagai macam faktor seperti tingkat pendidikan dan
kebijakan organisasi, tenaga kependidikan dapat memulai karirnya dari jabatan
yang berbeda-beda. Seseorang mungkin dapat langsung menjadi kepala sekolah
disebabkan kebijakan organisasi.
Secara teoriti, beberapa sistem jalur karir sebagai berikut:
a. Vertical system, adalah
jalur karir yang dapat dilalui dalam satu fungsi melalui hirarki.
b. Trunk and branch system, adalah
jalur dimana seseorang untuk menaiki posisi yang lebih tinggi diharuskan
melalui posisi pada fungsi lain.
c. Planned job rotation system, adalah
jalur trunk and branch system yang dimana organisasi melakukan perencanaan yang
teliti mengenai pengalihan seseorang dari satu jabatan sebelum menduduki
jabatan tertentu.
d. Diamond system, adalah
jalur karir yang lebih banyak posisi berubah menyamping dari pada naik keatas
- Peran Organisasi Dalam Perencanaan Karir
Keterlibatan organisasi dalam perencanaan karir
menjadi sebuah keharusan karena perencanaan karir merupakan usaha pengembangan
sumber daya manusia. Keterlibatan dapat dilakukan dalam bentuk khusus, yaitu:
1. Melakukan
pendidikan karir
Pendidikan karir adalah upaya untuk merangsang,
memotivasi, dan menyadarkan pegawai akan karir yang dapat dicapai dalam
organisasi dan membantu mereka untuk merencanakannya. Pendidikan karir ini
dapat dilakukan dengan berbagai bentuk seperti lokakarya, seminar atau jenis
pertemuan lainnya.
2. Informasi
karir
Informasi karir adalah informasi yang
dibutuhkan seperti uraian jabatan (job description), persyaratan jabatan
(job specification), dan standar unjuk kerja (performance standard),
sehingga tenaga kependidikan dapat merumuskan rencana karir yang masuk akal
bagi mereka melalui jalur karir yang ada di organisasi atau lembaga pendidikan
yang paling tepat untuk ditempuh, jenis-jenis pekerjaan yang memiliki dasar
keahlian yang sama, dan langkah-langkah untuk dapat menaikinya atau mendudukinya.
3. Bimbingan
karir
Bimbingan karir adalah upaya untuk menentukan
jalur karir yang paling tepat bagi seseorang, yang dilakukan melalui penyadaran
akan minat dan kemampuan untuk memilih jalur karir yang paling tepat, yang
dapat dilakukan melalui tes-tes bakat yang dikaitkan dengan kemungkinan jalur
karir yang paling efektif
Selain itu, strategi perencanaan karir memungkinkan keterlibatan
organisasi mengembangkan dan menempatkan pegawai dalam jabatan-jabatan yang
sesuai dengan minat, kebutuhan, dan tujuan karirnya. Ada berbagai faktor yang
menyebabkan organisasi mengadakan perencanaan karirnya;
1.
Keinginan untuk mengembangkan dan mempromosikan
pegawai dari dalam.
2.
Kekurangan orang yang cakap yang dapat
dipromosikan.
3.
Keinginan untuk membantu perencanaan karir perseorangan.
4.
Pernyataan minat pegawai yang besar.
5.
Keinginan untuk meningkatkan produktivitas.
6.
Tanggung jawab program tindakan yang
menguatkan.
7.
Perhatian terhadap pemindahan tenaga kerja.
8.
Minat pribadi dari manajer-manajer unit.
9.
Keinginan akan gambaran tentang pengadaan
tenaga kerja yang positif.
Program pengembangan karir juga memberikan kesempatan kepada pegawai untuk menyelidiki minat,
kebutuhan dan pilihan karir dalam organisasi. Dengan
proses perencanaan karir pegawai- pegawai dibantu untuk menentukan tujuan- tujuan realistik dan untuk
mengembangkan kecakapan dan kemampuan yang
diperlukan untuk sasaran jabatan.
Sebuah organisasi dengan tujuan fleksibilitas dan adaptabilitas
akan lebih membutuhkan menajemen
karir dibantu organisasi yang hanya berharap agar tetap stabil. Organisasi menciptakan aturan, prosedur, kebijakan,
dan ragam lain dari peraturan
untuk perencanaan dan pengembangan karir. Dalam latar belakang organisasi efektifitas karir (carieer effectivenes) dinilai tidak hanya
individu namun juga oleh
organisasi itu sendiri. Apakah organisasi mempunyai pandangan yang sama mengenai karir mereka?
Kinerja karir disini tampaknya berkaitan dengan
kualitas produktifitas efisiensi dan tujuan, arah dan kebijakan organisasi.
Organisasi yang berorientasi pada karir tidak hanya menilai kinerja
masa lalu. Sebagai gantinya
penyelia dan pegawai dituntut untuk dapat memadukan kinerja masa lalu pegawai, pilihan karir, dan kebutuhan
pengembangan untuk perencanaan
karir formal.
B. Elemen Utama Perencanaan Karir (Career Planning)
Pada dasarnya perencanaan karir terdiri atas 2 (dua) elemen utama yaitu :
1. Perencanaan Karir Individual (Individual Career Planning)
Perencanaan
karir individual terfokus pada individu yang meliputi latihan
diagnostic, dan prosedur untuk membantu individu tersebut menentukan
“siapa saya” dari segi potensi dan kemampuannya.
Perencanaan karir individual meliputi :
a. Penilaian diri untuk menentukan kekuatan, kelemahan, tujuan, aspirasi, preferensi, kebutuhan, ataupunjangka karirnya (career anchor)
b. Penilaian pasar tenaga kerja untuk menentukan tipe kesempatan yang tersedia baik di dalam maupun di luar organisasi
c. Penyusunan tujuan karir berdasarkan evaluasi diri
d. Pencocokan kesempatan terhadap kebutuhan dan tujuan serta pengembangan strategi karir
e. Perencanaan transisi karir.
2. Perencanaan Karir Organisasional (Organizational Career Planning)
Perencanaan
karir organisasional mengintegrasikan kebutuhan SDM dan sejumlah
aktivitas karir dengan lebih menitikberatkan pada jenjang atau jalur
karir (career path).
Tujuan program perencanaan karir organisasional adalah :
a. Pengembangan yang lebih efektif tenaga berbakat yang tersedia.
b. Kesempatan penilaian diri bagi karyawan untuk memikirikan jalur-jalur karir tradisional atau jalur karir yang baru.
c. Pengembangan sumber daya manusia yang lebih efisien di dalam dan di antara divisi dan/atau lokasi geografis
d. Kepuasan kebutuhan pengembangan pribadi karyawan
e. Peningkatan kinerja melalui pengalaman on the job training yang diberikan oleh perpindahan karir vertical dan horizontal
f. Meningkatkan loyalitas dan motivasi karyawan yang dapat menyebabkan berkurangnya perputaran karyawan
g. Suatu metode penentuan kebutuhan pelatihan dan pengembangan.
C. Tahapan Perjalanan Karir
Secara umum, tahapan perjalanan karir seseorang dapat dikelompokkan ke dalam 5 (lima) tahapan yang didasarkan pada usia, yaitu :
1. pertumbuhan (<15 tahun)
2. penjajakan (15-24 tahun)
3. pemantapan (25-44 tahun)
4. pemeliharaan (45-65 tahun)
5. kemunduran (>66 tahun)
D. Langkah- Langkah Perencanaan Karir
Proses atau langkah-langkah yang akan ditempuh untuk menyusun rencana karir terdiri atas hal-hal berikut ini :
1. Menilai Diri Sendiri
Hal
utama dalam memulai perencanaan karir adalah bertanya atau memahami
diri sendiri. Mengenali peluang-peluang, kesempatan-kesempatan,
kendala-kendala, pilihan-pilihan, konsekuensi-konsekuensi, keterampilan,
bakat dan nilai berhubungan pada kesempatan karir.
2. Menetapkan Tujuan Karir
Setelah
orang dapat menilai kekuatan, kelemahan, dan setelah mendapat
pengetahuan tentang arah dari kesempatan kerja, maka tujuan karir dapat
diidentifikasi dan kemudian dibentuk.
3. Menyiapkan Rencana-Rencana
Rencana tersebut mungkin dibuat dari berbagai macam desain kegiatan untuk mencapai tujuan karir.
4. Melaksanakan Rencana- Rencana
Untuk
mengimplementasika satu rencana kebanyakan diperlukan iklim organisasi
yang mendukung. Artinya bahwa manajemen tingkat atas harus mengajak
semua tingkatan dari manajemen untuk membantu bawahan mereka dalam
meningkatkan karir mereka.
E. Manfaat Perencanaan Karir
Dengan adanya perencanaan karir, maka perusahaan dapat :
1. Menurunkan tingkat perputaran karyawan (turnover),
dimana perhatian terhadap karir individual dalam perencanaan karir yang
telah ditetapkan akan dapat meningkatkan loyalitas pada perusahaan di
mana mnereka bekerja, sehingga akan memungkinkan menurunkan tingkat
perputaran karyawan.
2. Mendorong
pertumbuhan, dimana perencanaan karir yang baik akan dapat mendorong
semangat kerja karyawan untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikian
motivasi karyawan dapat terpelihara.
3. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi akan sumber daya manusia di masa yang akan datang.
4. Memberikan informasi kepada organisasi dan individu yang lebih baik mengenai jalur potensial karir di dalam suatu organisasi.
5. Mengembangkan
pegawai yang dapat dipromosikan, perencanaan karir membantu membangun
penawaran internal atas talenta yang dapat dipromosikan untuk
mempertemukan dengan lowongan yang disebabkan oleh masa pension,
berhenti bekerja dan pengembangan.
6. Menyediakan
fasilitas bagi penempatan internasional, organisasi global menggunakan
perencanaan karir untuk membantu mengidentifikasikan dan mempersiapkan
penempatan di luar negeri.
7. Membantu
menciptakan keanekaragaman angkatan kerja, ketika mereka diberikan
bantuan perencanaan karir, pekerja dengan latar belakang berbeda dapat
belajar tentang harapan-harapan organisasi untuk pertumbuhan sendiri dan
pengembangan.
8. Membuka
jalan bagi karyawan yang potensial, perencanaan karir memberikan
keberanian kepada karyawan untuk melangkah maju kemampuan potensial
mereka karena mereka mempunyai tujuan karir yang spesifik, tidak hanya
mempersiapkan pekerja untuk lowongan di masa depan.
9. Mengurangi
kelebihan, perencanaan karir menyebabkan karyawan, manajer dan
departemen sumber daya manusia menjadi berhati-hati atas kualifikasi
karyawan, mencegah manajer yang mau menang sendiri dari pembatasan
sub-ordinate kunci.
10. Membantu
pelaksanaan rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui, perencanaan
karir dapat membantu anggota kelompok agar siap untuk jabatan-jabatan
penting, persiapan ini akan membantu pencapaian rencana-rencana kegiatan
yang telah disetujui.
F. Metode Perencanaan Karir
Perencanaan karir dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
1. Pendidikan karir
2. Penyediaan informasi
3. Bimbingan karir
G. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Karir
Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi perencaan karir, di mana seseorang
akan mengakui dan mau mempertimbangkan faktor-faktor tersebut saat
mereka merencanakan karir, yaitu sebagai berikut :
- Tahap Kehidupan Karir
Seseorang
akan berubah secara terus menerus dan kemudian memandang perbedaan
karir mereka pada berbagai tingkatan dalam hidupnya.
- Dasar Karir
Setiap orang dapat memiliki aspirasi, latar belakang dan pengalaman yang berbeda satu dengan yang lain.
Ada lima
perbedaan motif dasar karir yang menjelaskan jalan bagi orang-orang
untuk memilih dan mempersiapkan karirnya, di mana mereka menyebutnya
sebagai jangkar karir (career anchors) yaitu antara lain:
a. Kemampuan manajerial
Tujuan karir bagi manajer adalah untuk meningkatkan kualitas dari diri sendiri, analitis dan kemampuan emosional.
b. Kemampuan fungsional-teknis
Digunakan
para teknisi yang akan melanjutkan pengembangan dari bakat teknisnya.
Orang-orang tersebut tidak mencari kedudukan dalam manajerial.
c. Keamanan
Digunakan untuk kesadaran keamanan individu untuk memantapkan kesadaran karir mereka.
d. Kreativitas
Seseorang
yang kreatif memiliki sedikit sikap seperti pengusaha. Mereka ingin
menciptakan atau membangun sesuatu yang benar-benar milik mereka.
e. Otonomi dan kebebasan
Dasar
karir ini digunakan untuk orang yang memiliki hasrat kebebasan agar
bebas dari aturan-aturan organisasi. Mereka menilai otonomi dan ingin
menjadi bos dari mereka sendiri dan bekerja pada langkah mereka sendiri.
H. Tipe Jalur Karir
Untuk
mencapai tujuan karir selain harus melakukan perencanaan dan
pengembangan karir juga perlu dibentuk jalur karir, di mana jalur karir
biasanya memfokuskan pada mobilitas kedepan dalam jabatan khusus.
Ada tiga tipe metode di dalam jalur karir, yaitu sebagi berikut :
1. Jalur Karir Tradisional
Di
mana kemajuan karyawan dalam organisasi adalah lurus kedepan dari satu
pekerjaan khusus ke pekerjaan selanjutnya. Asumsi dari tiap pekerjaan
yang terdahulu adalah inti persiapan untuk menuju tingkatan kerja yang
lebih tinggi.
2. Jalur Karir Jaringan
Di
mana pada jalur karir ini merupakan suatu jaringan kerja yang vertical
dan rentetan dari kesempatan-kesempatan horizontal. Jalur karir jaringan
mengakui pertukaran dari pengalaman pada satu tingkat sebelum
dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi.
3. Jalur Karir Dual
Jalur
karir ini mengakui bahwa spesialis teknik dapat dan akan memberikan
kontribusi dan keahlian mereka pada perusahaan tanpa berharap menjadi
manajer.
I. Pengembangan Karir (Career Development)
Pengembangan karir (career development)
meliputi aktivitas-aktivitas untuk mempersiapkan seorang individu pada
kemajuan jalur karir yang direncanakan. Beberapa prinsip pengembangan
karir adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan itu sendiri mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pengembangan karir.
2. Bentuk pengembangan skill yang dibutuhkan ditentukan oleh permintaan pekerjaan yang spesifik
3. Pengembangan akan terjadi hanya jika seorang individu belum memperoleh skill yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan
4. Waktu
yang digunakan untuk pengembangan dapat direduksi/dikurangi dengan
mengidentifikasi rangkaian penempatan pekerjaan individu yang
rasional.
Implementasi
perencanaan karir merupakan pengembangan karir. Untuk itu pengembangan
karir dapat didefinisikan sebagai semua usaha pribadi karyawan yang
ditujukan untuk melaksanakan rencana karirnya melalui pendidikan,
pelatihan, pencarian dan perolehan kerja, serta pengalaman kerja.
Titik
awal pengembangan karir dimulai dari diri karyawan sendiri, di mana
setiap orang bertanggung jawab atas pengembangan atau kemajuan karirnya.
Setelah komitmen dimiliki, beberapa kegiatan pengembangan menguntungkan
karyawan dan organisasi, departemen SDM melakukan pelatihan dan
pengembangan bagi karyawan.
J. Manfaat Pengembangan Karir
Pada dasarnya pengembangan karir dapat bermanfaat bagi organisasi maupun karyawan.
a. Bagi organisasi, pengembangan karir dapat :
1. Menjamin ketersediaan bakat yang diperlukan
2. Meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan dan mempertahankan karyawan-karyawan yang berkualitas
3. Menjamin agar kelompok-kelompok minoritas dan wanita mempunyai kesempatan yang sama untuk meningkatkan karir.
4. mengurangi frustasi karyawan
5. Mendorong adanya keanekaragaman budaya dalam sebuah organisasi
6. Meningkatkan nama baik organisasi.
b. Bagi karyawan, pengembangan karir identik dengan keberhasilan, karena pengembangan karir bermanfaat untuk dapat :
1. Menggunakan potensi seseorang dengan sepenuhnya.
2. Menambah tantangan dalam bekerja
3. Meningkatkan otonomi
4. Meningkatkan tanggung jawab.
CAREER PLANNING
( PERENCANAAN KARIR)
CAREER
Adalah seluruh pekerjaan atau jabatan yang didapatkan selama hidupnya.
CAREER PATH / TUJUAN KARIR
Adalah serangkaian pola dari pekerjaan-pekerjaan yang membentuk karir seseorang.
CAREER GOALS/TUJUAN KARIR
Posisi seseorang dimasa yad dimana seseorang harus mencapainya sebagai suatu bagian dari karirnya.
CAREER PLANNING/PERENCANAAN KARIR
Proses dimana seseorang memilih tujuan dari karirnya dan jenjang dalam mencapai tujuan tsb.
CAREER DEVELOPMENT/PENGEMBANGAN KARIR
Peningkatan diri dengan salah satu cara melakasanakan pencapaian rencana karir seseorang.
KEBUTUHAN KARYAWAN DALAM PERENCANAAN KARIR
1. CAREER EQUITY / KEADILAN KARIR
Karyawan ingin keadilan dalam hal system promosi dengan menerima peluang kemajuan karir.
2. SUPERVISORY CONCERN / PERHATIAN SUPERVISOR
Karyawan ingin supervisornya memainkan peran aktif dalam mengembangkan
karir dan memberikan umpan balik kinerja tepat pada waktunya
3. AWARENESS OF OPPORTUNITIES /SADAR AKAN PELUANG-PELUANG
Karyawan ingin pengetahuan tentang peluang-peluang kemajuan karir.
4. EMPLOYEE INTEREST
Karyawan membutuhkan jumlah perbedaan dari informasi dan memiliki
perbedaan tingkatan dari kemajuan karir yang tergantung pada berbagai
macam faktor.
5. CAREER SATISFACTION
Karyawan tergantung pd usia dan jabatan mereka memeiliki perbedaan tingkatan dari keputusan karir.
SIKLUS KARIR
Tahapan-tahapan pengembangan karir seseorang, terdiri dari :
1. TAHAP PERTUMBUHAN
Periode dari lahir sampai usia 14 tahun. Orang mengembangkan konsep
diri dengan mengidentifikasikan diri dan berinteraksi dengan orang lain
(keluarga, teman, guru,dll)
2. TAHAP PENJELAJAHAN
Usia 15 sampai dengan 24 tahun.
Secara serius menjelajahi berbagai alternative kedudukan , berusaha
mencocokkan alternative tersebut dengan minat dan kemampuan.
3. TAHAP PENETAPAN TUJUAN
Usia 24 sampai dengan 44 tahun
Jantung dari kehidupan kerja, terdiri dari :
· Sub Tahap Percobaan
Usia 25 sampai dengan 30 tahun
Menentukan apakah bidang pilihannya cocok, jika tidak maka akan mengubahnya.
· Sub Tahap Pemantapan
Usia 30 sampai dengan 40 tahun
Kedudukan diperusahaan ditetapkan dan perencanaan karir lebih eksplisit dijalankan.
· Sub Tahap Krisis Pertengahan Karir
Membuat penilaian baru yang besar atas kemajuan mereka sehubungan dengan ambisi dan tujuan awal karir.
4. TAHAP PEMELIHARAAN
Usia 45 sampai dengan 60 tahun.
Menciptakan suatutempat didunia kerja dan kebanyakan usaha sekarang diarahkan pada memelihara tempat tersebut.
5. TAHAP KEMEROSOTAN
Orang menghadapi prospek harus menerima berkurangnya level kekuasaan dan bertanggungjawab.
MANFAAT CAREER PLANNING
1. Menyelaraskan strategi dan kebutuhan penempatan dari dalam perusahaan.
2. Mengembangkan kemajuan karyawan.
3. Mengembangkan fasilitas penempatan internasional.
4. Membantu keanekaragaman angkatan kerja.
5. Menurunkan turnover.
6. Menarik karyawan yang potensial.
7. Pertumbuhan personal lebih lanjut.
8. Mengurangi penimbunan bawahan kunci.
9. Kebutuhan kepuasan karyawan.
10.Membantu rencana kegiatan yang disetujui.
PERAN HRD DALAM CAREER PLANNING
· INDIVIDUAL
1. Menerima tanggung jawab untuk karir sendiri
2. Perkirakan minat, ketrampilan dan nilai sendiri
3. Cari informasi dan rencana karir
4. Bangunlah tujuan dan rencana karir
5. Manfaatkan peluang pengembangan
6. Berbicaralah dengan manajer tentang karir kita
7. Ikutilah seluruh rencana karir yang realistic
· MANAJER
1. Berikan umpan balik kinerja yang ontime
2. Berikan dukungan dan penilaian pengembangan
3. Berpatisipasilah dalam diskusi pengembangan karir
4. Dukunglah rencana pengembangan karyawan
· ORGANISASI
1. Komunikasikan misi, kebijakan dan prosedur
2. Berikan peluang pelatihan dan pengembangan
3. Berikan informasi karir dan program karir
4. Tawarkan satu keanekaragaman pilihan karir
FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI PILIHAN KARIR
1. Mengidentifikasikan langkah karir seseorang
2. Mengidentifikasikan Orientasi Jabatan
Ada 6 tipe ( Orientasi Kepribadian Dasar )
a. Orientasi Realistik
→ kegiatan fisik (keterampilan, kekuatan dan koordinasi) seperti perkebunan, kehutanan dan pertanian.
b. Orientasi Penyelidikan
→ kegiatan kognitif (berpikir, berorganisasi dan memahami) seperti ahli biologi, ahli kimia dan profesi PT.
c. Orientasi Sosial
→ kegiataninterpersonal (psikologi klinik, jasa asing dan kerja social).
d. Orientasi Konvesional
→ kegiatan berstruktur, teratur (akuntan dan bankir)
e. Orientasi Kewiraswastaan
→ kegiatan verbal yang bertujuan mempengaruhi orang lain (ahli hukum, manajer dan Humas )
f. Orientasi Artisik
→ kegiatan individualistic (artis dan musisi) suatu kegiatan ekspresi diri dan ekspresi emosi.
3. Mengidentifikasikan Ketrampilan
4. Mengidentifikasikan Jangkar Kerja (nilai yang tidak membuat berhenti jika pilihan sudah dijatuhkan)
Ada 5 jangkar karir, yaitu:
a. fungsional / tekhnik
b. Kompetensi manajerial
c. Kreatifitas
d. Otonomi dan kemandirian → wiraswasta, dosen
e. Keamanan → Pegawai Negeri
DAFTAR PUSTAKA
http://anapriyangga.blogspot.co.id/2010/09/perencanaan-dan-pengembangan-karir.html
http://cendikiapendidikan.blogspot.co.id/2015/10/makalah-perencanaan-dan-pengelolaan.html
Dessler, Garry.
2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Kesepuluh Jilid 2.Jakarta : Indeks.
Hariandja,
Marihot TE. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo.
http://abidaffakhiar.blogspot.co.id/2010/05/pengelolaan-dan-perencanaan
karir.html
PP No. 38 Tahun
1992 tentang Tenaga Kependidikan
Rivai, Veithal.
2009. Islamic Human Capital Dari Teori ke Praktik Manajemen Sumberdaya Islami. Jakarta:
PT. Rajawali Pers.
Simamora,
Henry. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE
YKPN.
Soeprihanto,
John. 1996. Penilaian Kinerja dan Pengembangan karyawan. Yogyakarta:
BPFE.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar