Analisis
kasus dalam Masalah SDM dalam Budaya dan Sikap
PT.
Ruyung Karya Mandiri
1.
Sejarah Singkat Perusahaan
Kami
melakukan interview dengan bapak Asmawi Rachman selaku human
resources di PT.
Ruyung Karya Mandiri yang bergerak didalam penyaluran tenaga kerja ke luar
negri atau outsourcing. Beberapa negara
seperti Australia, Malaysia, Singapura, Dubai dan yang sekarang ini Korea telah
menjalin kerja sama dengan perusahan ini dalam pengiriman tenaga kerja
indonesia. Perusahaan ini sendiri sudah berdiri sejak tahun 1996 dan memiliki
sekitar 50 karyawan, yang terdiri dari 30 staff (marketing dan administrasi), 5
staff asing dari Korea yang sekarang ini melakukan kerja sama dengan perusahaan
dan 15 staff operasional. Pak Asmawi sendiri sudah bekerja semenjak tahun 1997
dan langsung menjadi bagian HR.
2. Masalah SDM dalam Perusahaan
Dalam
menjalani karirnya sebagai HR di PT. Ruyung Karya Mandiri, Pak Aswani
menyampaikan bahwa banyak masalah yang ia hadapi terkait dengan hubungan dengan
kepegawaian diantaranya banyak karyawan yang pindah kerja, dan pak Asmawi
terkadang merasa sangat kewalahan dengan memperkerjakan karyawan baru. Karyawan
baru tersebut harus mulai mempelajari segala sesuatu dari awal dan menurut
beliau ini bisa menjadi masalah besar ketika perusahan ini sedang mendapatkan permintaan
pengiriman tenaga kerja. Selanjutnya, permasalahan yang umum terjadi adalah
upah atau gaji yang sering kali di nilai terlalu rendah. Dan yang terakhiri
ialah konflik yang sering terjadi antara expatriat atau staff asing yang di
tempatkan oleh perusahan yang menjalin kerja sama dengan PT. Ruyung Karya
Mandiri dengan karyawan setempat. Beberapa karyawan mengaku bahwa terkadang
perbedaan budaya yang sering kali mengakibatkan munculnya kesalahpahaman. Pada
contoh kasus di tahun 2007, PT.Ruyung Karya Mandiri menjalin kerjasama dengan
salah satu hotel di Dubai dalam mencari waitres serta room
cleaning service untuk
hotel tersebut. Sekitar 3 orang delegasi dari Dubai pun ditugaskan ke Jakarta
untuk menyeleksi calon kandidat, karena perbedaan budaya dimana orang Dubai
berbicara memang dengan nada keras dan lantang beberapa karyawan merasa bahwa
mereka diperlakukan tidak baik. Padahal orang Dubai tidak bermaksud demikian,
hal tersebut karena kebiasaan menggunakan intonasi yang tinggi.
3. Analisa
Melihat
dari beberapa permasalahan yang di hadapi oleh bapak Asmawi di PT. Ruyung Karya
Mandiri, kita dapat melihat bahwa permasalahan ini semua bersumber kepada
rendah nya gaji karyawan sehingga membuat karyawan menjadi tidak mempunyai
tanggung jawab dan mudah untuk tergoda dengan penawaran kerja di tempat lain
yang menawarkan gaji dan tunjangan yang lebih tinggi daripada di PT. Ruyung
Karya Mandiri. Padahal dengan mengrekrut karyawan baru sebenarnya akan membuang
lebih banyak waktu untuk mengajari dari awal hal-hal mendasar pada perusahaan
yang secara tidak langsung sama saja dengan pemborosan pada hal materi dan juga
membutuhkan biaya tambahan.
Untuk
mengatasi hal ini perusahaan tidak selalu harus menaikkan gaji tapi dapat di
gantikan dengan memberikan kebebasan kepada karyawan untuk dilibatkan dalam
pengambilan keputusan pekerjaan sehingga ia merasa memiliki wewenang dan
tanggung jawab atas pekerjaannya sendiri. Disamping itu, pemberian jaminan
kesehatan atau pendidikan untuk yang sudah memiliki anak dapat di lakukan
sebagai bentuk fasilitas yang diberikan perusahan.
Selanjutnya,
penanganan terhadap kesalahpahaman dan konflik kepada staff asing atau expatriatdapat
di lakukan dengan cara mempersiapkan penataran baik untuk staff asing maupun
karyawan perusahan dengan menjelaskan mengenai perbedaan budaya, karakteristik,
pengharapan, dan etika dari masing-masing budaya yang berbeda tersebut sehingga
nantinya dapat meminimalisir konflik yang dapat terjadi dan dapat mencapai
tujuan yang ingin di raih kedua belah pihak dapat tercapai dengan baik dan
optimal.
KESIMPULAN
Didalam sebuah perusahaan, peranan
HRD sangatlah besar. Tugas dan kewajiban yang harus dilakukan anatar lain
melakukan seleksi karyawan, training, pengembangan karir karyawan, performence
managment, dan pengembangan dalam coaching, mentoring, dan succesion
planning.Selain itu, tugas Human Resource juga melakukan manajemen dalam
perusahaan yaitu tentu saja manajemen sumber daya manusia yang ada disuatu
perusahaan. Tujuan memanajemen sumber daya manusia yaitu untuk memasok suatu
organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang sesuai dengan posisi dan
jabatan sehingga dapat mengoptimalkan pencapaian tujuan perusahaan.
Menajadi
seorang HRD tentu tidaklah mudah karena banyak tugas dan tanggung jawab yang
harus dikerjakannya. Oleh sebab itu, kelompok telah melakukan wawancara kepada
salah satu HRD dari perusahaan outsourcing. Adapun masalah yang muncul
terkait 3 hal, yaitu: banyak karyawan yang pindah sehingga harus melakukan recruitment untuk karyawan baru, upah
karyawan kecil, dan perbedaan budaya yang kerap menimbulkan konflik.
Menurut
analisa kelompok, masalah-masalah yang terjadi dalam perusahaan dapat
diselesaikan dengan mempertahankan karyawan yang sudah ada dan menaikan upah
karyawan sehingga tidak harus melakukan training bagi karyawan baru yang akan
memakan waktu serta biaya tambahan. Selanjutnya, perusahaan dapat melakukan
penataran terkebih dahulu untuk karyawannya dan untuk karyawan dari perusahaan
asing mengenai perbedaan budaya (ras, cara berfikir, cara bertingkahlaku, dll).
Sehingga, diharapkan dengan penataran tersebut kedua belah pihak dapat memahami
dan mengerti satu sama lain, serta pencapaian tujuan perusahaan dapat terjalin
dengan baik dan optimal.
Nama : Tami Apriliani
Kelas : 3PA11
NPM: 1A514652
Tidak ada komentar:
Posting Komentar